Curug Semar, Potret Desa Terpencil di Dekat Ibu Kota

Tidak perlu jauh-jauh untuk melihat potret desa tertinggal, teriasolir atau jauh dari peradaban. Tidak perlu ke nunukan, pedalaman riau, atau bahkan suku ptimitif di Papua. Ternyata 50 km dari rumah tergambar jelas, mulai dari infrastruktur jalan yg dengan motor standar bertaruh nyawa untuk melintasinya, listrik disuplay secara swadaya dari kincir-kincir air usang yg berhenti menghasilkan listrik disaat musim kemarau. Dan, cerita anak-anak yang tidak bersekolah karena tidak ada guru apalagi bangku sekolah negeri.

Potret buram yg mencoret peradaban yg katanya sudah memasuki era modernisasi. Bahkan dalam radius yg dekat dengan ibu kota. Miris, Dusun Mulyasari Desa Sukamulya Kecamatan Sukamakmur kabipatrn Bogor, disitu saya memotret dan menjadi saksi betapa pembangunan di Indonesia masih jauh dari kata Merata.


Untuk kenyataan terakhir, bahwa anak-anak disini tidak bersekolah dipangaruhi juga oleh pola pikir orang tua yg masih berpaham "buat apa sekolah". Secara letak, kurang dari 10 km. Meskipun melewati jalan yang tidak ramah, tapi buat orang tua yang gigih dan ingin merubah nasib penerusnya masih masuk akal jika diantar jemput ke SD negeri terdekat, naik motor tidak sampai 1 jam loh.

Tapi apalah, apa urusan Saya, ... hanya merasa prihatin. Hehehehe... cerita diatas bukan isapan jempol ya.. itu kisah nyata yg saya temui saat melintas dusun Mulyasari memburu Curug Cisarua. Sebenarnya Saya sudah kelima kali berada diradius dekat lokasi, dan sudah mendengar tentang keberadaan dusun terpencil ini. Tapi baru kali ini melintasinya. Itupun tujuan utamanya sebenarnya Curug Golek, cuma karena kepagian sampenya makanya sekalian mampir untuk menghabiskan waktu.


Curug Golek, masih dalam satu kawasan dengan Curug Mariuk, Curug Kembar, Curug Hordeng dll. Masuk wilayah Desa Cibadak Sukamakmur. Ini kali ketiga saya dalam 2 minggu terakhir, ya.. tujuannya sama, ke Curug Golek. Cuma yg ini dapet bonus ke Curug Semar yg terletak tidak jauh sari kebun kopi penduduk Mulyasari.

Lewat petunjuk si Om baik hati yang mengantarkan voulenteer-voulenteer dari semacam LSM tapi berisi mahasiswa dan anak SMP-SMA yang mengajarkan AIUEO untuk anak-anak tertinggal di Dusun Mulyasari. Katanya ada Curug yang jaraknya sekitar 1.5 jam jalan kaki dari dusun Mulyasari, nama curug itu Cisarua.


Iya... Cisarua, tapi bukan taman safari ya. Itu nama curug yang secara kebetulan sama dengan nama kebun binatang yang tarifnya mahal itu. Sebetulnya Saya dan kawan-kawan tertarik, hanya karena biasanya selepas bada dhuhur suka ngawur ga menentu, Kami memutuskan untuk menyudahin petualangan edisi kali ini ke Curug Semar yang letaknya 10 menit jalan kaki.

Selepas azan Dhuhur, kami berlima turun ke curug Semar. Menyusuri kebun kopi, ... wah sial. Saya terpelanting .. setelah gagal meraih beberapa kopi yang tidak ikut dipanen, masih menempel dibatangnya .. beberapa biji. Dan, gusrak.. saya terjerembak di semak basah .. untung tidak menimpa pokok kopi. Bisa cidera urusannya.



Curug Semar, biasa aja.. hanya pantas melengkapai portofolio jumlah curug yang pernah dikunjungi. Airnya tidak terlalu jernih, tidak terlalu dingin, juga tidak terlalu tinggi. Masih muda, kayaknya.. karena belum terbentuk kolam atau lebih tepatnya belum dikelola, biasanya sama pengelola akan dibuat kolam yang dibatasi oleh batu-batu disekitar curug yang disusun setengahblingkaran. Mungkin hanya sebagai tempat ngebolang anak-anak dusun.


Tak berlama-lama, Kami meninggalkan Curug Semar dengan cerita miris anak-anak tidak sekolahnya menuju Curug Golek. Dari Kami berlima hanya Saya yang sudah pernah kesana .. ya jadi .. guide dulu lah ceritanya. Sambil belajar cara menjadi guide yang baik. Siapa tahu, suatu saat terpakai .. yang nama ilmu pasti berguna.. kelak..!!!



Sekitar 30 menit berjalan, Kami menapakan kaki diair kali Curug Golek. Curug Golek terdiri dari 2 tingkat... masing-masing membentuk kolam tidak terlalu dalam .. hanya sedada, karena curugnya juga tidak terlalu tinggi jadi asyik buat berenang. Tapi karena Saya tidak bisa berenang, maka Saya hanya bisa melihat om Doods yang berkali-kali salto dan terjun dari atas ... sambil mengabadikan dalam foto dan video.



Kembali kemenu utama, rute. Terletak di Desa Cibadak, Sukamakmur, Bogor ... kurang lebih 47 km dari Bekasi. Seperti biasa tikum di Mabes Alfamidi Cikeas, gowes menyusuri Jl. Nagrak - Indocement - terus lewat jalan utama tembus ke Pasar Citeureup. Di pasar ini belok kiri - Jl. Desa Tajur - Pabuaran. Sampai disini sudah mulai asyik.. nanjak panjang dan ngehe.



Jaraknya sebenarnya ga sampai berpuluh-puluh kilo, tapi karena digowes dengan tanjakan yang sambung menyambung menjadi satu. Perjalanan terasa berat disini, sampai akhirnya nafas terselamatkan ketika mendarat di Warung Sop sebelah kanan jalan, lupa nama warungnya.



Dari sini sudah dekat, nanti akan bertemu pertigaan dengan plang penunjuk arah . .. lurus ke Babakan Madang/leuwi hejo, kiri ke Loji. Kita ambil arah loji, dari sini hanya menyisakan siksaan tanjakan-tanjakan yang secara ajaib mampu membuat putaran roda spin, jalan ditempat.



Ikuti aja jalanan sempit cor...sampai sebelum jembatan ada plang .. Curug Golek.. selamat Anda sudah Sampai. Gowes sampai gerbang tiket, atau ujung cor.. titipin sepeda di rumah penduduk, Kita jalan kaki sekitar 1 jam, cuma menyeberangi 1 bukit. Dibalik nukit itulah curug Golek. Biar tambah seru, ajaklah anak-anak dusun itu, jadikan guide.. tapi ingat jangan tanya tarif, berapa duit? Anak-anak sini sudah tahu duit... cukup kasih 10 atau 20 ribu atau jajanin diwarung terdekat. Sekalian berbagi, senang bisa melihat mereka jajan dan senyum ceria.

4 komentar:

  1. Sekali kali pengen ikut bike camp barwng the cuter ni hehehe...

    ReplyDelete
  2. Sekali kali pengen ikut bike camp barwng the cuter ni hehehe...

    ReplyDelete
  3. Sesekali pengin juga ngadain bike kemping.. selama ini tercatat baru sekali di curug panjang.. cekidot .. dlm.waktu dekat..

    ReplyDelete