Trilogi B2B - Jilid 2 :Teman Seperjalanan

Awalnya Saya sebenarnya ingin menghadiri perhelatan akbar MTB FI, Jamnas 3 yang diadakan di Kediri, 19- 21 Mei. Tapi secara tiba-tiba berubah haluan ... sekalian aja nyebrang ke Bali.

Padahal teman perjalanan sudah dapat, om Wowor ... dan sudah regiatrasi, akhirnya dengan tetap komitmen awal, Saya antar dia ke Kediri.. meskipun harus membuang waktu 1 hari karena rutenya melambung.

Pada hari keberangkatan tanggal 16 mei, dapat kabar teman .. om Agus di Nganjuk, yang rutenya terlintasi beraedia gowes bareng nganjuk - kediri. Jadilah, saya antar om wowor ke Nganjuk... dari sana om wowor bergabung sengan Om Agus dan teman-teman fedalang lanjut giwes ke Kediri.



Rute yang ditempuh Bekasi - Karawang - Subang - Indramayu - Cirebon - Brebes - Tegal - Pemalang - Pekalongan - batang - kendal - semarang - purwodadi - sumber lawang - sragen - ngawi - madiun - caruban - nganjuk. Jarak tempuh 700 km kurang sedikit.

Rute dominasi flat, lurus, panas membosankan. Saya yang gowes aja bosen,.. apalagi nanti yang baca ya.. okelah diskip dibagian itu. Hanya yang perlu dicatat, untuk gowes dengan jarak yang exstrem jauhnya, ukuran sepeda ya.. tidak hanya cukup dengkul extra, faktor mental lebih dominan.

Trouble sepeda terjadi justru diawal-awal perjalanan. Sepeda Saya bermasalah di Ban belakang sampai 2 kali. Setelah tertancal pecahan beling akibat buang stir menghidari motor yang nyebrang sembarangan. Dan esoknya ban luarnya sobek samping.

Kesabaran ditengah kelelahan, tetap istiqomah. Bahkan teman seperjalanan yang pada awalnya dianggap sebagai penyemangat bisa menjadi sebaliknya, nambahin bete. Pernah Saya baca artikel itlah alasab kenapa peturing yang keliling dunia kebanyakan sendirian.

Bagian seru dari perjalanan gowes dari Bekasi - Nganjuk ada di etape Purwodadi - Sragen. Selepas Purwodadi, menembus hutan yang menurut orang setempat bernama Alas Ngundi. Hari masih pagi ketika Kami mulah menelusuri jalan Raya yang membelah alas Ngundi.

 Dengan trek rolling perpaduan antara tanjakan dan turunan membuat warna dan suasana berbeda dari pada perjalanan Kemarin yang hanya didominasi rute flat.
Selepas alas Ngundi, rute terpecah 2 .. di Sumber Lawang .. jika menyeberang rel kereta menuju Sragen Kota tapi melambung. Lurus Sumber lawang, pinggiran Sragen. Tembusannya sama, jalan utama Solo - Surabaya.

Tapi rupanya salah pilih rute, rute sumber lawang didominasi jalanan rusak parah yang membelah pesawahan. 66 km yg dominan rutenya jalan parah membuang waktu kami 2 jam lebih lam.. padahal secara jarak lebih dekat. Ini jalan potong.

Alhasil, kami baru metapat dinganjuk jam 10 malam dihari ketiga.

Perjalananmasih panjang.

>>> bersambung <<<

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! "




3 komentar:

  1. alas Gundih om... itu kampung saya... itu jalan terdekat, bisa sih lurus gemolong salam belok kiri nanti nembusnya sama atau lewat solo, tp jaraknya bedanya lumayan om... sy kl ke malang itu rute yg saya tempuh...

    ReplyDelete