Tanjakan Aduhai Curug Hordeng

Kalau dianalogikan, perbedaan sepeda MTB dan Sepeda Turing itu seperti burung elang dan bangau. Elang mewakili MTB yang gesit, sigap bermanuver, lincah dan enteng untuk meluncur turun. Sedang bangau seperti sepeda turing. Bangau sanggup terbang ribuan kilometer saat bermigrasi. Seperti sepeda turing yang memang didisain untuk long distance journey. 

Analogi diatas menjadi gambaran yang pas atas kekonyolan Saya saat  gobar NR Cuter ke Curug Hordeng. Saya salah kostum,.... hadeh. Trek Curug Hordeng pendek (sekitar 40 km) tapi ditaburi turunan curam (saat pulang) dengan jalanan aspal terkelupas brekele. Saya memakai sepeda turing rasa roadbike, alias pakai stang dropbar. Rasanya mau rontok, tangan dan juga sepeda. But, okelah ... buat koreksi di next trip aja. Kita lanjut aja kupas-tuntas event NR Cuter edisi Curug Hordeng. 




Curug Hordeng berada di Dusun Cibeureum, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Sebenarnya relatif lebih dekat dibanding dengan curug-curug lain yang pernah disambangi Cuter. Tercatat dicyclometer 46 km. Tapi... jangan dibayangin mudah untuk mencapainya, karena dari 46 km itu .. hampir 40% nya tanjakan yang aduhai. 

Seperti biasa, kalau buruan curugnya berada di sekitar Sentul, tikumnya di Alfamidi Cikeas. Hehehehe.. dan mungkin karena info tentang tanjakan-tanjakan yg seperti pohon kelapa sudah bocor, maka yang siap mental dan fisik hanya 8 orang, team inti Cuter ... boleh dibilang begitu. 



Dengan pertimbangan jaraknya dekat, tim Cuter edisi Curug Hordeng cabut dari tikum menjelang jam 1 malam. Melewati rute Pasar Citeureup belok kiri, Desa Tajur, ... aman masih datar-datar saja. Nah ... melewati perbatasan Citeureup - Sukamakmur tepatnya di Desa Pabuaran sudah mulai nanjak-nanjak dan tanjakan lebih parah setelah memasuki Desa Cibadak. Tapi, ini belum seberapa dibanding nanti didepan. Setelah pertigaan kearah Leuwi Hejo tanjakannya sanggup bikin ban depan terangkat. Sebelum subuh, sesuai perkiraan dengan tim inti Cuter ... Kami sudah mencapai check point terakhir di sebuah warung sop yang buka 24 jam 300 meter sebelum pertigaan. Kami break disitu, menunggu terang... sebagian tidur-tiduran sekedar mengusir kantuk... NR ini loh.. begadang ! 

Tapi sial, Kami musti buang waktu hampir 2 jam untuk memperbaiki sepeda om Wewe yang rusak. Kerusakan yang serius, dibagian freehub, ga ada pelornya... parah. Saking parahnya ketika pelornya sudah diganti dibengkel terdekatpun tetap oblak,... conesnya sudah kena. Akhirnya .. menyerah om Wewe balik kanan dikawal om Danang. 



Tersisa 6 orang yang lanjut .. tinggal 6 atau 7 km lagi. Perjuangan mencapai Curug Hordeng mencapai titik klimaks ... seru !!! Sekitar 1 km pertama dari pertigaan Cibadak mulai tanjakan pertama, sebenarnya tanjakannya pendek, terus datar, turun nanjak pendek. Tapi, sudutnya curam, suram dah... apalagi ditambah aspal brekele, rusak menyisakan bongkahan batu ditengah jalan yang bikin kagok. Belum lagi motor yang mengganggu konsentrasi nanjak. 

Di tanjakan pertama, lucu dah.. om Udin cah ilang muter-muter aja dibawah. Terhitung 4 kali percobaan tapi gagal. Akhirnya TTB. Masih ada 4 lagi tanjakan sejenis ini, pendek tapi ngeselin. Tanjakan kedua lulus semua, tanjakan ke-3 ditengah-tengah sawah dengan jalanan cor yang tergerus air. 



Tanjakan ke-4, dinamai Tanjakan Choir. Ini tanjakan tersulit, pendek tapi sudutnya sangat curam. Harus pintar-pintar memilih jalan, menghindari jalan rusak. Dan fasih menjaga posisi agar ban depan tidak naik, serta handling agar tidak roboh. Hanya om Nana yang lulus, itu aja rehat untuk ambil ancang-ancang ditengah jalan.

Sekitar 1/2 sebelas setelah melewati gerbang, ... oya.. info tambahan harga tiket naik menjadi 15rb perorang. Perasaan beberapa bulan kemarin masih jeban. Strategi marketing, ternyata sebelum Curug Hordeng sudah dibuka destinasi baru, Curug Mariuk, tiketnya masih jeban. Buruan dah yang mau kemari sebelum dinaikin lagi harga tiketnya. 

Kami parkir dirumah penduduk .. sekitar 500 meter dari gerbang. Dilanjutkan hiking turun naik bukit... sorry lupa nama perbukitan disekitar sini.. lupa nanya maksudnya. Sekitar 1 jam kemudian Kami sudah mulai melihat anak sungai dilembah. Curug Hordeng dulu, dari hulu dulu. 

Dinamai Curug Hordeng, sepintas memang mirip hordeng yang melebar, tapi tidak tinggi. Tingginya paling 5 meter dengan lebar sekiar 15 meter. Terdapat 2 undakan dengan tiap undakan terdapat kolam dengan kedalaman selitar 2 meter. Airnya jernih tapi tidak terlalu dingin, bisa berlama-lama main air disini.



Aliran air menuju kebawah bersatu dengan aliran Curug Kembar, dengan kata lain ... sumber airnya tidak sama antara Curug Hordeng dan Curug Kembar. Menyatunya kedua  aliran air ini dibawah nanti membentuk Curug Baru, Curug Ciburial.

Disepanjang jalur hiking, Kami disuguhi pemandangan elok ... hutan-hutan yang masih lebat ditebing dan lembah, bukit berlapis-lapis.. ada bukti dibalik bukit. Disapui dengan warna langit yang masih membiru,.. memang indah. Terbit rasa syukur, Saya tinggal di Bekasi yang ternyata dekat dengan wilayah Bogor yang masih banyak hutan.. 

Sentul atau Sukamakmur kota kecamatan dengan seribu curugnya. Sudah hampir setahun tim Cuter mengeksplorasi curug.. mayoritas hanya ngubek-ngubek Sukamakmur dan Sentul, disamping Cariu dan Mekar Buana ... selalu muncul curug baru yang belum pernah Saya dengar sebelumnya.



Jam 1 kurang seperempat, Saya dan tim Cuter sudah landing lagi dirumah penduduk tempat Kami menitipkan Sepeda. Tapi kok ya .. ngantuke pol! .. ngopi dulu akh .. ! Nanti jam 1 teng baru turun gunung .... pulang !!! Sudah kangen je.. sama kasur dan bantal dirumah.

Rute pulang, diputuskan rute Pasar Sukamakmur - Jonggol - Cibucil - Pasar Gandoang - Pasar Kojengkang -  Perumahan MGT - berpisah ke rumah
 masing-masing. Fyi : di Pasar Sukamakmur tepatnya dipojokan pertigaan ada warung sop iga sapi yang maknyus.. seporsi 25 rb.. tp Kali ini Kami kurang beruntung, .. nampaknya ada kesalahan siibu warung sehingga nasi yang disajikan sudah tidak fresh lagi.

Letak Pasar Sukamakmur ternyata hanya 8 km dari posisi start Kami, penitipan sepeda. Tapi, ... rutenya rolling.. seimbang antara turunn dan tanjakan. Tercatat ada 3 tanjakan yang lumayan tinggi sehingga mementum meluncur dari turunan gagal mencapai puncak tanjakan, dan ... harus ngicik ... qiqiqiqi !

Benar-benar habis,.. rasa kantuk dan lelah membuat Kami musti break di pertigaan Pasar Kojengkang sekedar untuk mengisi gula,.. sebagai pemicu tenaga terefisien agar bisa mencapai rumah... jiah.. !!!

Dan .. sekitar maghrib Saya mendarat mulus digarasi rumah. Bener ente bilang om Pras... capenya melebihi kemarin gowes #trilogib2b ... Bekasi - Bandung.


5 komentar:

  1. Reportasenya keren mas Mukti, udah pasti kalo group sogo bhagasasi jalan kecurug hordeng, hampir 100% pesertanya bakal TTB MH..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karakter tanjakannya pendek tapi terjal, dengan aspal brekele, menyisakan batu2 lepas.. ban depan ngangkat2 .. ayo om sogo bawa kesini seru..

      Delete
  2. Reportasenya keren mas Mukti, udah pasti kalo group sogo bhagasasi jalan kecurug hordeng, hampir 100% pesertanya bakal TTB MH..

    ReplyDelete
  3. Mantap Om...sepeda saya gak mampu tu di bawa bawa kesitu hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul om.. enak bawa mtb kl ke curug hordeng.. manuvernya lebih lincah ...

      Delete