Gowes Curug Bandung Bareng Sogo Baghasasi

Menjadi start up, memang resikonya akan ada follower yang jika dipikir secara dangkal itu menjengkelkan. Didunia gowes mikro, khususon wilayah Bekasi ... cuter sukses menjadi pioner yang spesialis ke curug untuk setiap event gobarnya. Dan, sukses juga menjadi barometer grup bersepeda yang lain.

 Dan dievent kali ini, Saya selaku salah satu founder Cuter, mencoba berbesar hati mengikuti event gobar ke Curug Bandung yang diinisiasi oleh Sogo Baghasasi. Yang tahun ini, agenda 2016-nya curug to curug (C2C).


Selalu menyenangkan gowes dengan orang-orang baru, nambah teman. Apalagi kemarin hadir juga mantan sopir bis malam, om Didie .. yang kalau gowes irit-ngibrit. Ngos-ngosan ngejarnya, tanjakan malah lebih kencang ... ckckckckck !

Total peserta ada 20 orang, beberapa orang teman yang beberapa kali gowes bareng dievent cuter. Start dari Bekasi sekitar jam 07.00, finiah jam 2 siang sudah main air di Curug.

Curug Bandung masuk wilayah Mekar Buana - Karawang. Berada di perbukitan di Gunung Sanggabuana. Terletak di ketinggian 760-an mdpl menurut Strava. Tidak terlalu dingin air curugnya juga cuma dingin, tidak sedingin es seperti air curug Bulao di Mega Mendung.


Curugnya melebar terbentuk dari bebatuan beku solid yang semakin miring dan mengecil ke bagian atasnya. Tingginya sekitar 25 meter. Bentuknya yang melandai ke atas menyebabkan jatuhan airnya tidak terlalu deras. Suhu sekitar kisaran 27 derajat celcius, betah berlama-lama disini.

Yang menarik, begitu melewati gerbang tiket ... ada sebuah situs, Batu Numpang. Sesuai dengan namanya ada 2 buah batu yang kesannya sengaja ditumpukin. Tapi yang jadi masalah, batu sebesar itu siapa yang kuat mengangkat kemudian meletakannya? Mungkin ... itu situs purba dan yang melakukannya manusia raksasa, .. bohong aja percaya.


Agak miris melihat kenyataan, beberpa wahana nampak terbengkalai. Mungkin, kalau melihat sisa-sisa puingnya kolam renang yang seperti difoto pernah beroperasi. Padahal enak loh berenang dikolam dekat dengan sumber mata air, airnya selalu baru. Tidak seperti kolam renang diperkotaan yang selalu bau kaporit. 

Paling masuk akal adalah, biaya operasional ridak nutup alias rugi, sehingga wahana seperti kolam renang dan di dekat Batu Numpang ada juga bangunan semacam gazebo, teronggok tak terawat dan tidak difungsikan.



Sogo Baghasasi didominasi oleh orang-orang tua yang beberapa malah sudah berusia diatas 60 tahun. Yang membuat Saya kagum adalah stamina fisik mereka. Seperti om Muji (kaos hitam, disamping Saya dalam foto diatas). Usianya sudah 63 tahun, masih kekar, gagah, ceria, seperti masih berusia 40-an. 

Sempat ngobrol sebentar saat jalan kaki ke Curug dari parkiran sepeda. Tahun 2007 pensiun .. dlongap-dlongop, ga tahu mau ngapain. Akhirnya bawa sepeda yang sudah lama tak terpakai dirumahnya ke bengkel .. servis dan mulai gowes. Beliau sudah 1 x ke Bali, 1 x ke Lombok, dan 1 x ke Madura, .. ckckckck .. jauh juga mainnya ya aki-aki yang satu ini.. haghaghag !

Overall, pengalaman berharga dan menyenangkan gowes dengan Sogo Baghasasi, terutama sambutannya yang ramah, becanda, dan tidak sombong. Meskipun rata-rata orang berada, gile.. ada 1 sepeda titanium dengan groupset XTR disana.. yang katanya sepeda mahal tapi kelihatan murah.. !!!

Terima kasih Sogo Baghasasi ! om Ametz, om Zaka, om Syaiful, om Haji Usman, om Ayah, om Wari, om Muji, dan yang lainnya.. yang maaf .. belum hafal semua nama-namanya. Terima kasih atas sambutannya yang ramah ! Sehat selalu !



0 komentar:

Post a Comment