Curug Cibingbin : Kelaparan di Curug

Curug Bidadari 1 , Curug Bidadari 2 itu ternyata sama saja dengan Curug Cibingbin 1 dan Curug Cibingbin 2. Tapi Saya dan tim cuter lebih mengenalnya sebagai Curug Bidadari dan Curug cibingbin. Cibingbin ternyata nama kampungnya.

Terletak sebelum Km 0 yang terkenal dikalangan pesepeda di sekitar Jabotabek dari arah Bukit Sentul. Dekat, pertigaan terakhirnya terletak sekitar 1 km sebelum Km 0.

Pagi kemarin, Minggu tanggal 29 Februari 2016 merupakan event bulanan Cuter dengan destinasi curug ini, Curug Cibingbin. Diawali dengan hujan yang terus mengguyur dari subuh membuat peserta lain banyak yang batal. Dan Kami, di pagi yang dingin itu hanya ber-16.


Beberapa merupakan muka yang sama sekali baru, dan baru sekali bertemu dievent ini. Hmm.. perkembangan bagus ya .. Cuter makin dikenal dan banyak diminati. Makin mempertegas sebagai gowes spesialis curug.

Bagian serunya dari gobar akhir pekan ini adalah selepas Perumahan Bukit Sentul, ambil jalan arah perkampungan yang kearah Km 0. Tanjakannya aduhai sepanjang beberapa kilometer (ga tau jarak pastinya, lagi ga pakai cyclocom). Karakter tanjakan level 6-7, kalo liat elevasinya diketinggian 600 meteran. Panjang dan nanjak terus, hanya sesekali  jalan datar pendek saja.

Tapi, bagian paling seru lainnya ... ketika menyebrang jembatan bambu tanpa pegangan. Diinjak bergoyang-goyang diatas kali yang arusnya deres, kepleset wasalam bakalan hanyut terseret arus. 


Efek hujan dipagi hari, awet lagi sampai siang ternyata sangat berpengaruh pada aktifitas dihari libur yah, .. sepanjang jalan berangkat ke tikum 1 di Cikeas. Praktis hanya Saya, ber-3 dengan om Heru dan om Wewe yang bersepeda. Padahal biasanya kring-kring disepanjang jalan saat berpapasan dengan pesepeda lain.

Begitu juga di Curug Cibingbin ini, hanya para begundal Cuter aja yang hadir. Tidak ada pengunjung lain yang biasanya, bejubel diarea curug. Jadi serasa punya curug pribadi. 

Curug Cibingbin ini lumayan tinggi untuk ukuran curug diarea Sentul, Babakan Madang. Ketinggiannya sekitar 20 meter berundak 2 dan curahan airnya deras pakai banget. Mungkin Kami datang disaat musim hujan, membuat airnya menjadi agak keruh bercampur dengan material-material endapan. Saat menceburkan diri ada material seperti serpihan kayu kecil dan pasir halus menempel dibadan.

Dan, airnya juga tidak begitu dingin. Tidak sedingin air curug jika musim kemarau. Dimusim kemarau meskipun debit airnya kecil tapi airnya dingin banget. But, overall ... Curug ini layak direkomendasikan untuk acara gobar. Ada rute hiking meskipun hanya 1/2 jam melintas sawah, menyeberangi kali, dan menyusuri kaki bukit sebelum menjamah air curug.

Dan ketika Saya menyambangi curug ini, semua masih serba gratis. Tidak ada penjaga tiket dan tidak ada warung dan makanan apapun untuk dimakan. Baru sekali ini kelaparan dicurug. Percuma bawa uang segepok, ga ada yang jualan. 

CU at Next Trip ...


#‎xpdc100curug #fullgowes‬ ‪#‎7persenwarass‬ ‪#‎federal‬ ‪#‎bike2camping‬ ‪#‎cuter‬
 ‪#‎picknikers‬ ‪#‎gowes4healthdotblogspotdotcom‬

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 




3 komentar:

  1. Hmm, letaknya sebelum Curug Bidadari bukan? Terus kalo kita pake motor, parkirinnya dimana kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sempat miss komunikasi dengan penduduk lokal mengnai curug bidadari dan curug cibingbin.. kalo sy menyebutnya curug bidadari dan curug cibingbin.. kalo penduduk lokal sana menamai curug cibingbin1 untuk curug bidadari dan curug cibingbin 2 untuk yg sy tulis diartike lini.. cibingbin merujuk pada nama kampung.. kampung cibingbin.. parkiran motor terakhir bisa titip dirumah penduduk sebelum jembatan/pondok pemburu ...

      Delete
  2. di sentul banyak sekali curug ya ... apakah di kasih nama aja kecamatan seribu curug :D
    btw ... boleh di remed kesini rame2

    ReplyDelete