Berdamai Dengan Keadaan

Memaksimalkan resource yang ada, yang sudah dipunyai. Tanpa perlu keluar banyak uang lagi untuk membangun sepeda baru. Dan melebarkan toleransi, tidak menjadi fanatik dengan satu merek sepeda.

Yang penting enak digowes, argonomi pas, dan sesuai peruntukannya. Destinasi masih tetap menghabiskan stok curug di sekitar Bogor dan Karawang, atau mungkin melebar ke Purwakarta atau Cianjur.


Untuk trip-trip tektok dan jarak pendek, enak pakai MTB. Seperti ke Curug Kencana kemarin, jarak tempuh plus minua 50 km dari rumah. Berasa lebih ringan pakai MTB.

Meskipun masih ada kekurangan, karena gowesnya sambil hujan-hujanan, bukan aekedar basah kuyup tapi kotor, sampai gatel. Pasir-pasir kotor dijalanan sampai ke rambut.

Pasir dan lumpur kotor ini yang menyebabkan gatel. Kalo sekedar basah kuyup sih masih okelah. Pakai federal juga meskipun bawa jas hujan jarang dipakai. Gowes hujan-hujanan itu seru.

Perlu pasang rack dan fender, rack belakang lagi nyari yang model nempel diseatpost, sekedar untuk bawa jas hujan. Hari ini di MTB sudah terpasang tas HB sulep yang dipakai untuk meletakan barang-barang.

Rack model seatpost juga bisa dimodifikasi sedikit. Ditambahkan fender DIY untuk menahan air agar tidak nyiprat ke punggung dan kepala.

Oke, lagi nyari refrenai rack model seatpoat yang mumer aja. Dan siap gowes meskipun hujan badai.


0 komentar:

Post a Comment