Cleat, Tanjakan, dan Kontroversinya

GA NANJAK .. GA ASIIIK !!! haghaghag .. boong itu, yang betul itu nanjak bikin termehek-mehek, bikin ngap-ngapan, bikin ngos-ngosan. Bikin kapok, tapi nagih ... bingung kan ? Udahlah ga usah dibahas, memang ga masuk akal.

Baru-baru ini, diinternal Cuter sedang ramai masalah cara melibas tanjakan dengan efektif dan menyenangkan, sehingga tak perlu sampai termehek-mehek.




Mungkin saking penasarannya, 2 orang cuters sengaja pakai sepatu cleat saat gowes bareng Cuter ke Curug Cigeuntis. Tapi hasilnya tidak tetap aja TTB di tanjakan S, haghaghag.

Padahal secara pendapat dari para master di Cuter yang raja tanjakan, cleat sangat membantu meningkatkan power. Lebih efektif karena ada power tambahan efek menarik pedal.

Merubah Gaya Gowes


Contoh cleat diatas Itu bukan Saya loh ya .. Masih kering kantong nih buat beli cleat .. padahal kali Cipamingkis sekarang udah banjir .. haghaghag. 

Kemarin itu .. saat di Curug Cigeuntis Saya justru masih setia dengan sandal gunung. Tapi dengan merubah gaya gowes, lebih tepatnya posisi badan saat melibas tanjakan.

Caranya begini, Saya memanfaatkan berat badan untuk menambah power kaki mengayuh pedal. Bisa dengan 2 cara :
  • Berdiri atau memajukan badan dan posisi (maaf) pantat lepas dari sadel.
  • menggeser badan hingga posisi pantat hanya sedikit menempel diujung sadel.
Kelebihannya, gerakan mengayuh pedal akan lebih bertenaga karena terbantu dengan berat badan. Gaya pertama untuk tanjakan terjal yang pendek dan gaya kedua untuk tanjakan panjang.

Sebaiknya cara diatas dilakukan dengan rasio gear yang agak berat, gear depan boleh no. 1 dengan kombinasi gear belakang tengah. 

Ide ini muncul karena jika menggunakan megarank tenaga dikaki masih tersisa tapi nafas habis.

Kelemahan gaya ini power atau tenaga akan lebih besar keluar, tapi hemat nafas. Kekurangan kedua harus disertai feeling atau merasakan kaki, bagian paha terutama agar tidak tertarik atau kram.

Alhamdulillah, sukses diterapkan ditanjakan S Curug Cigeuntis dan tanjakan sebelum pasar Cibarusah. Tapi .. lebih valid dan signifikan hasilnya setelah test ditanjakan super ngehe Curug Ciherang yang akan Saya remed Sabtu depan bareng PXR Bekasi.

Hasilnya akan Saya tulis dalam bentuk artikel selanjutnya.


CU at Next Artikel ..

0 komentar:

Post a Comment