Gobar Cuter Edisi Curug Nangka : Test Ketahanan Fisik

Gobar NR Cuter edisi Curug Nangka 130 km plus, pulangnya kehujanan berjam-jam dalam kondisi cape dan habis begadang. Ini namanya test fisik, atau malah beda tipis sama cari penyakit ..  ga jelas ! Pantas saja jika cuter diberi julukan 7% waras.

Edisi ke-9 : Curug Nangka diikuti 14 orang yang 99% adalah teman goweser dari SGB (Sobat Gowes Bekasi). Formasinya : Om Apri, om Aria, om Jarod, om Djarot AP, om Pras, om Wewe, om Nana, om Doods, om Kavia, om Edis, Saya, om Dany, om Tri, dan om Rajab. Berangkat dari Cikeas jam 22.45 malam Minggu tanggal 7 Nov 2015.


Perjalanan berangkat membelah malam di bogor melewati rute Cikeas - Sentul - Tugu Kujang - Pasar Baru - Kebun Raya - Taman Sari - Curug Nangka. Tiba di lokasi pagi jam 6, tanpa sempat sedetikpun mata terpejam.



Rute ini menempuh jarak kurang lebih 130 km pp, dari rumah sampai ke rumah lagi. Tanjakannya masih relatif ramah, megarank tak dipakai. Mulai selepas Pasar Baru Bogor jalanan mulai tanjakan pelan, tak berasa hanya mulai berkeringat ditengah udara malam bogor yang dingin, eh ternyata nanjak alus. Hag hag hag ..!



Rombongan yang terdiri dari 14 orang ini sempat tercecer di sekitar Jl. Kapen Yusuf, Taman Sari. Terpecah menjadi 2 kloter selepas makan malam di Tugu Kujang. Saya dirombongan depan menunggu yang lain di pangkalan angkot ...  sebuah perempatan, kanan ke Curug Luhur & Curug Nangka, lurus ke Sukamantri.

Rupanya yang menjadi rombongan kedua tertecer adalah RD om Pras yang otomatis loncat. Om Pras memakai sepeda rigid National Goegraphic yang baru dipasang RD, mungkin setingannya belom maksimal. Sebagian menunaikan solat subuh di sini, untuk selanjutnya ambil kanan menuju Curug Nangka.


Jam 5.30 kami sudah ditunggu oleh petugas penjaga loket, ada 2 loket .. loket pertama tarifnya 7.500,- dan masuk ke dalam tidak sampai 100 meter loket kedua 10.000,-. Ada tiga tingkat curug dilokasi Cunang, ada Curug Nangka, Curug Daun, dan Curug Kawung. Setelah menyambangi ketiga curug itu, Saya gelar hammock di dekat perkemahan anak-anak SMA, memejamkan mata sejenak .. mengumpulkan tenaga untuk bekal pulang.

Jam 10.30 Kami sudah bersiap pulang, setelah prepare, repacking, dan ke toilet .. go home ..! Perjalanan pulang sangat singkat dan penuh intrik. Saya hanya perlu waktu 1,5 jam untuk mencapai tikum pulang di warung sop di dekat Sirkuit Sentul. 



Ini intriknya, rombongan ternyata terpecah 3, Saya, om Nana, dan om Apri di rombongan pertama, rombongan kedua ada om Doods, om dan 2 orang lainnya melewati rute yang sama seperti waktu berangkat. Dan rombongan ketiga adalah rombongan om Kavia dan sisanya melewati rute yang melambung dan rolling.

Entah kenapa rombongan om Kavia memilih rute melewati Cimapar yang rolling dan melambung, Kami menunggu lebih dari 2 jam sampai akhirnya rombongan om Dany, om Rajab dan om Edis sampai di tikum Sentul tanpa om Pras, om Kavia dan om Jarod


Rupanya om Jarod terkena kram, dan loading pakai taksi. Itu info yang Kami dapat dari Om Dany. Akhirnya menjelang jam 3 kami memutuskan lanjut untuk menunggu om Kavia dan om Pras di Alfamidi Cikeas, Tikum pulan kedua. 

Selepas Sentul menuju Citeureup hujan turun sangat deras, Saya sempat mampir ke sebuah toko aksesoris sepeda motor untuk mencari jas hujan plastik dan sebuah alfamart, tapi tidak ada. Akhirnya nekat menerobos derasnya hujan, setelah sebelumnya mengamankan HP, kamera dan dompet.



Disini jeleknya ya pemirsa, jangan ditiru, kurang persiapan .. tidak ada jas hujan. Akhirnya Saya kedinginan di tikum Alfamidi Cikeas, hujan bertambah deras. Sebenarnya Kami sudah bersiap berpisah di Cikeas untuk menuju rumah masing-masing, tapi petir yang menggila sahut-menyahut menyurutkan niat Kami. Entarlah, menunggu petir reda..

Sampai kemudian datang om Wewe merapat di Alfamidi, sama dalam kondisi basah kuyup dan membawa kabar kalo om Jarod tidak jadi loading dan masih dalam rombongan bersama om Kavia dan om Pras. Tapi tertinggal jauh.

Setelah petir mereda dan menyisakan hujan yang masih deras, kami melanjutkan perjalanan gowes ke rumah masing-masing. Belakangan, baru setelah sampai rumah Saya dapat kabar kalau ban bocor sampai 3 kali yang membuat rombongan om Kavia tercecer jauh.



Sebuah pelajaran, rombongan Kami yang biasanya kompak kali ini tercerai berai gara-gara hujan, low bat sehingga komunikasi di WA tidak jalan, ban bocor, dan kondisi fisik salah satu peserta yang kram. Memang gobar dalam rombongan yang lebih besar lebih banyak resiko dan lambat.

Sampai rumah menjelang maghrib, sempurna disambut oleh mati lampu... gagal nonton motogp, listrik baru nyala jam 12 malam. Itu juga kata istri, jam segitu Saya sudah deepsleep .. cape pol!!!

Koordinat GPS (Google Maps) Curug Nangka terletak di : -6.668302, 106.726315

#‎XPDC100CURUG‬
‪#‎cuter‬
‪#‎7persenwaras‬
" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! "

2 komentar: