Curug ke-13 : Curug Surya Kencana

Kesan yang Saya dapat saat menyambangi Curug Surya Kencana atau Surken adalah liar. Curug ini tersembunyi di salah satu sudut lembah Gunung Salak. Terpencil, akses jalannya melewati rute yang cukup ekstrim, tipikal kawasan Gunung Salak.

Menyusuri anak sungai yang tersusun dari bebatuan licin, sesekali menanjak di bibir sungai dan kemudian turun lagi ke sungai. Sungai disini jangan dibayangkan seperti sungai di daerah hilir ya, karena dasarnya didominasi oleh batu-batu dan airnya mengalir disela bebatuan itu.

Dari Bumi Perkemahan Sukamantri masih ada sekitar 1 -  2 km jalan setapak menerobos hutan diperbukitan Gunung Salak untuk mencapai Curug Surken. Dan hanya bisa dicapai dengan jalan kaki.


Trip ke Curug Surken adalah pengganti dari rencana Saya dan 7 orang tim Cuter (harusnya 8 orang, tapi om Didie memutuskan pulang lebih awal, mendadak ada kabar dari keluarga, anak om didie sakit). Rencana awal adalah ke Curug Luhur untuk acara selingan di Acara Bike Camping Sukamantri yang diadakan  untuk memperingati 1 tahun Federal Tangerang (FedTangs).

Tapi karena Curug Luhur sudah terlalu komersil yang berimbas ke harga tiket yang terlalu mahal, curug buruan diganti oleh Curug Surken.


Formasi Cuter untuk ekspedisi Curug Surken terdiri dari om Wewe, om Kavia, om Pras, om Sandi, om Aria, om Doods, dan Saya. Sempat tersesat .. maksudnya salah jalan. Harusnya kami sudah sampai .. karena info yang Saya dapat, rute dari Bumi perkemahan ke Curug jalan kaki 1 jam. Tapi Kami berputar-putar sudah mendekati 1 jam tapi belum bertemu aliran air atau tanda-tanda yang mengarah ke curug.

Untung Saat Kami memutuskan menyerah dan sudah balik kanan, Kami bertemu dengan rombongan Pencinta Alam tapi pesertanya sebagian orang-orang tua yang ternyata searah dengan Kami, Curug Surken.

Kami bergabung dengan Mereka, ternyata rute yang benar adalah mengikuti pipa air .. bertemu sungai ambil jalan kanan dan menyusuri sungai .. sampailah ... akhirnya ketemu juga curug yang ngumpet ini. Haghaghag !


Harus berbagi tempat alias antri dengan para pecinta alam yang sebagian sudah lanjut usia yang menjadi penunjuk jalan, Kami yang mudaan mengalah. Setelah Mereka puas, baru Kami beritual seperti biasa, mandi dan foto-foto. 

Mendadak cuaca berubah dengan cepat, kabut datang merubah pagi .. sekitar jam 10-an yang terang menjadi gelap. Biasanya sehabis Kabut ini akan muncul hujan. Dan mengingat Saya dan gerombolan Cuter ada di atas aliran sungai, bergegas turun .. secepat mungkin masuk ke dataran yang lebih tinggi..  ngeri juga jika tiba-tiba terjadi air bah.

Mungkin karena kami terburu-buru terjadi accident dengan om Kavia .. yang persis ada didepan Saya saat menyusuri sungai menuju jalan pulang. Om Kavia berpegangan pada sebuah akar rapuh, tak ayal .. tubuhnya terjerembab ke bawah sekitar 2 meter menimpa sebuah kayu lapuk dengan batu besar disampingnya.

Syukurnya, posisi jatuh om Kavia tidak mengenai batu itu, tapi menimpa pohon lapuk dibagian pinggang dan kepala.. hanya nyeri.. tidak berdarah atau memar. Semoga tidak serius ya luka om Kavia.


Pestanya sudah bubar, saat Kami mencapai Bumi Perkemahan Sukamantri .. sekitar jam 11 mendekati jam 12 siang. Cuacanya hujan sedang. Dan teman-teman kami para Federalis yang datang di acara bike camp Sukamantri tinggal menyisakan om Doods seorang diri, yang menunggu tenda Kami. 

Laper eui .. setelah berjalan kaki dari jam 9 - 11 rute Sukamantri - Curug Surken. Kami berteduh di sebuah bangunan yang nampaknya semacam aula di Bumi Perkemahan Sukamantri, buka kompor dan masuk mie instan untuk mengusir lapar.

Sekitar jam 1 siang, setelah hujan reda, Kami meluncur pulang .. Kami menjadi rombongan terakhir yang meninggalkan bumi perkemahan. Melewati jalan makadam ngehe, sepanjang 5km kembali ke Bekasi.

See ya at Next Trip ...

#‎xpdc100curug 
#fullgowes‬ 
‪#‎federal‬
‪#‎bike2camping‬ 
‪#‎cuter‬ 
‪#‎picknikers‬
‪#‎gowes4healthdotblogspotdotcom‬

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! "

0 komentar:

Post a Comment