NR, Sehat Ngga Sih ? Sebuah Kontroversi

Tubuh mempunyai mekanisme jam yang biasa disebut jam tubuh, menurut beberapa literatur. Malam adalah saat terbaik tubuh memerlukan istirahat. Disaat manusia tertidur maka akan terjadi regenerasi sel-sel tubuh, membuang racun-racun tubuh, mengembalikan kebugaran tubuh. 



Sampai akhirnya yang kita rasakan tubuh yang segar bugar saat pagi-pagi terbangun dari tidur. Dan rasa kantuk adalah sebagai isyarat tubuh kita memerlukan istirahat.

Dan juga udara malam, yang masih menurut sumber literatur yang sama, udara malam mengandung karbondioksida yang dikeluarkan oleh tumbuhan sebagai salah satu bagian proses fotosintetis tumbuhan.

Setidaknya, hal itu yang menjadi nilai minus dari kegiatan bersepeda NR (malam hari). Intinya, bukan sehat yang didapat malah bisa membahayakan.

Tapi, disamping sisi negatifnya.. ada juga sisi positifnya. Suhu lebih ramah, karena tidak ada lagi matahari tropis di tengah musim kemarau yang membakar kulit. Sangat berpengaruh ke stamina dan durasi, lebih enjoy ditanjakan dikondisi malam.

Ada nuansa berbeda, view sepanjang perjalanan menghadirkan pengalaman yang berbeda di malam hari. Dan juga waktu sampai didestinasi yang lebih pagi membawa keuntungan lain, disaat masih sepi, ramai oleh pengunjung lain.

Seperti halnya merokok, NR juga menjadi kontroversi apalagi yang sudah terlanjur ketagihan gowes malam hari alias NR. Demi sebuah hobi kadang sudah tidak ada pemikiran rasional.

Apalagi demam NR yang sedang menjangkit di Cuter bukan sekedar NR jarak dekat. NR-nya ke curug, NR plus begadang. NR dan mengorbankan jam tidur, ckckckckck.. emang udah 7% waras ...!!!





0 komentar:

Post a Comment