Tips & Trik : Melibas Tanjakan Dengan Efektif

Jarak curug dari rumah Saya di Bekasi itu paling dekat 50 km, dan ... Semua curug itu identik dengan tanjakan. Kecuali curug Parigi, hehehhe ... Mungkin banyak teman goweser yang pengin ke curug tapi mikir dengan tanjakannya.

Selama ikut dalam gobar tim CuTer, tanjakan yang paling horor adalah tanjakan terakhir di Curug Ciherang. Tanjakannya disebut tanjakan tembok ratapan.

untuk menaklukan tanjakan  minimal pakai megarank 34T, kalo perlu 36T, 38T, 40T, atau skalian yang 45T

Oke, ini dia tips dan trik untuk melibas tanjakan dengan efektif :

  • Shifting/perpindahan gear

Yang salah adalah memindahkan gear ke yang paling ringan semenjak awal tanjakan, ngicik (artinya untuk putaran gowes cepat tapi laju sepeda pelan, karena rasio gear berada di posisi yang paling kecil). Kesalahannya, kaki sudah cape duluan dan laju pergerakan sepeda lambat, buang waktu dan tenaga. 

Sedangkan shifting yang benar adalah memindahkan gear secara bertahap. Pindahkan gear ketika gowesan sudah mulai terasa berat dan perpindahannya pun bertahap sampai yang teringan. 

Perpindahan gear saat kaki hampir tidak kuat lagi mengayuh, perlu sering dilatih shiftingnya hingga mencapai yang paling ideal.

  • Sprocket MegaRank

Kalau sudah mulai jadi tanjakers, mulai juga upgrade sepeda. Terutama komposisi gear. Penting sekali memiliki sprocket megarank dan crank kecil.

Jika masih Sproket masih 7 speed, bisa diupgrade ke sprocket megarank 34T. Kalau ada dana berlebih sekalian saja upgradenya ke 9 atau 10 speed, tapi perlu upgrade freehub, shifter, dan RD-nya.

Crank juga, untuk urusan tanjak-menanjak ganti crank kecil saja, 22 speed, meskipun akan berkorban untuk mengejar kecepatan di trek lurus akan kalah cepat.


#ga_nanjak_ga_seru!






0 komentar:

Post a Comment