Strong Dengkul & Stronger, Long Trip & Longer

Ngasal ya Kosa katanya, hehehhe.. biarin yang penting artinya yang akan dijabarkan disini. Saling berkaitan, sebuah trip akan sukses jika ditunjang oleh kekuatan Dengkul (baca .. fisik) yang memungkinkan. Makin jauh tripnya, makin perlu kekuatan dengkul yang prima. 

Disamping itu juga perlu mental yang baik, dengkul kuat akan memperkuat daya tahan mental. Saat dengkul loyo, mental juga bisa ikut drop.


Saat trip duduk diatas sadel berjam-jam, Kalau Saya cukup pakai celana padding udah sangat nyaman

Mari berfokus pada cara, bagaimana supaya bisa melakukan trip-trip jarak jauh. Menurut Saya jawabannya adalah pembiasaan dan melakukannya. 

Pembiasaan itu boleh diartikan sebagai latihan, melatih kekuatan, endurance, dan juga teknik. Melatih kekuatan, endurance dengan rajin-rajin  gowes. Luangkan waktu untuk gowes mulai dari yang dekat dulu, lama-lama menjauh. Jauh itu dalam persepsi Saya lebih dari 50 km dalam satu kali sesi latihan.

Melatih teknik dengan memperhatikan hal-hal lebih detail, misal pedaling, handling, dll. Membuat Kita senyaman mungkin dengan sepeda, menyatu. Misalnya, penyesuaian bokong dengan sadel. Agar bokong bisa nyaman berjam-jam di sadel. Bisa dengan pakai celana pad, pemilihan sadel yang cocok, atau memasang sarung sadel gel. Apa saja yang menurut Anda paling nyaman. 


Melatih Mental


Melatih kekuatan mental, ga perlulah baca-baca buku motivasi, hehehhehe. Sederhana saja, cukup dengan melakukan trip. Karena dalam trip yang sebenarnya, akan menemui banyak kejadian yang akan membangun insting dan kekuatan mental.

Sebuah perjalanan akan mengajari bagaimana cara Kita bersikap, bersikap untuk diri sendiri ... seperti mengukur kekuatan dengkul, dan tidak memaksakan diri. 

Misal, disebuah tanjakan jika nafas sudah memburu atau dengkul sudah bergetar, beristirahat sejenak untuk ambil nafas atau mau TTB, atau jika sudah tidak kuat juga ... ojek mana ojek !!! Hahahaha... 

Hal contoh di atas hanya diri Anda sendiri yang tahu pasti, dan segera ambil keputusan. Jangan memaksakan diri, akibatnya bisa membahayakan.

Sebuah perjalanan juga mengajarkan cara Kita bersikap kepada teman dan lingkungan. Bolehlah bercanda, tapi tetap dalam batasan, jangan sombong, jangan berbuat atau berkata-kata yang membuat drop teman.

Jangan juga buang sampah sembarangan, itu salah satu sikap bijak kita terhadap lingkungan. Tetap santun di jalan raya maupun saat kita melintas di lingkungan yang padat penduduk.

Sampai disuatu titik, Kita siap untuk Long Distance Journey !


0 komentar:

Post a Comment