Peturing Tangguh

Hehehhehe.. sebenarnya nyadar sih judulnya terlalu berlebihan, kasta Saya masih sangat jauh dari judul itu Tapi kalo ga heboh bukan berita namanya. Jadi mohon jangan dihujat, anggap aja itu doa Saya agar diaminkan oleh Anda semua .. aaamiiin..

Dari sekian genre bersepeda yang pernah Saya coba, mulai dari CFD, XC, dan gowes jarak jauh. Kecuali funbike yang belum sama sekali Saya coba, turing adalah yang paling pas dihati. Menurut Saya di turing itu mewakili kesejatian dari makna gowes. Dalam artian, di genre turing tidak perlu dibuat-buat dan wah. Ada kesederhanaan di sana. 

Mulai dari jenis sepedanya yang umumnya dipakai adalah sederhana, setidaknya ada kesan sepeda turing adalah kasta terendah dari kasta sepeda yang lain. Dalam makna harfiah bisa diartikan sepeda termurah dari pada sepeda kasta lainnya. Meskipun tidak semua, tapi pada umumnya seperti itu. 


Juga secara kepribadian yang melekat pada seorang peturing tangguh, sederhana, baik hati dan tidak sombong.. hehehhe.. ! Ini betul, dan Saya buktikan dari beberapa kejadian dimana Saya harus berinteraksi dengan goweser dari beberapa genre sangat beda karakter mereka.

Hal ini bisa dijelaskan begini :

  • yang pertama, seorang peturing berinteraksi dengan trek alami dan bergaul dengan kondisi jalanan yang mengharuskan mereka santun, tetap rendah hati, tidak ugal-ugalan. Ya tentu saja, wong naik sepeda kok ugal-ugalan gimana caranya?
  • kedua, di jalan, sepeda dikondisikan dalam posisi paling rentan. Rentan disalip atau rentan disenggol oleh kendaraan bermotor. Mau tidak mau seorang peturing harus legowo dan menerima dengan lapang dada, ceila.. bisa aja ..!
  • ketiga, ... Dengan distance yang sangat jauh untuk ukuran sepeda turing yg digowes dengan rata-rata kecepatan dikisaran 20 km/jam. Seorang peturing harus sabar, berkemauan kuat dan pantang menyerah, pantang bro peturing balik kanan kecuali ada kejadian luar biasa yang memaksa tidak bisa melanjutkan perjalanan.
  • Godaan dijalan juga banyak banget, biasanya dihari-hari awal perjalanan akan tergoda untuk balik kanan mumpung belum jauh, naikin bak terbuka saat ketemu tanjakan ngehe, dll.
  • di dalam perjalanan turing yang bisa memakan waktu berhari-hari bahkan mungkin berbulan-bulan, seorang peturing sudah dihadapkan akan kondisi yang memaksa harus survive. Masalah tempat bermalam/tidur, makan, gangguan kriminalitas, kekerasan, pemerasan, perampasan, dll.
Hmm.. banyak sekali yang bisa digali sebenarnya dari artikel ini, termasuk saat sesi bintang tamu di Jambore Sepeda Jatiluhur kemarin yg salah satunya adalah pasangan suami istri yang bisa keliling Indonesia, sangat inspiratif. 

Dan Saya perhatikan, mengenai kepribadian peturing yg menarik menurut Saya adalah karena usia mereka memang rata-rata tidak muda lagi jadi secara pengalaman, sudah banyak makan asam garam kehidupan. Yang membuat mereka, para peturing tangguh makin ramah dan santun. 

Saya berharap suatu saat bisa menjadi seperti mereka, gimana jalannya ? Jalani saja .. berusaha saja, hasilnya terserah yg memiliki hidup. Aaamiiin ..!

0 komentar:

Post a Comment