7% Waras

Bicara tentang komunitas itu berarti bicara tentang pemikiran dan kemauan ratusan bahkan ribuan kepala yang harus disatukan. Akan selalu ada keseruan dan kadang kejengkelan, yang bikin senewen.

Apalagi komunikasi intens yang terjalin antar anggota komunitas didominasi oleh media sosial. Sangat rawan memicu gesekan-gesekan, yang dikomunikasikan dengan tulisan di media sosial bisa multi tafsir dan seringkali kejadiannya adalah informasi yang dibaca setengah-setengah.

Diperparah oleh cara akses ke media sosial yang mayoritas dari gadget yang berukuran kecil tidak sebanding dengan info yang dihasilkan dari komunitas yang sangat dinamis. 

Orang akan cenderung malas membaca tulisan yang sudah tergulung ke atas karena layar gadget tidak cukup memuat semua informasi. Akan membuka lebar celah miskomunikasi, makin ruwet ! 



Dalam urusan yang sebetulnya sepele ini, perlu disikapi dengan tingkat kewarasan tertentu. Yang mengedepankan empati dan simpati, bukan dengan egois individualis dan sikap tempramen.

Diperlukan satu sosok yang bisa menjadi jembatan yang menghubungkan miskomunikasi menjadi komunikasi yang sehat kembali. Yang mampu meredam gesekan-gesekan agar cepat mereda.

Dan juga perlu sifat legowo dari semua anggota sebuah komunitas yang siap dikritik atau lebih kejamnya siap dibuli. Biasanya sih kita, bisa membuli tapi marah ketika dibuli. 

Terakhir, ...
Jangan terlalu dibawa serius. Ini kan hanya urusan hobi, bukan urusan vital, bukan urusan hajat hidup. Dan, tujuan bersepeda itu untuk fun, komunitas sepeda mencari teman yang bisa diajak fun. 

So...
Kalo akhirnya dari komunitas sepeda menimbulkan perasaan tidak fun berarti ada yang salah dengan Kita atau komunitas sepeda Kita.






0 komentar:

Post a Comment