Mencari Jati Diri

Hobi sepeda MTB memang mengasyikan, malah kadang melenakan.. kebablasan. Seakan semua hal tentang sepeda adalah kebutuhan pokok. Destinasi yang makin lama makin jauh atau makin ekstrim seperti mengharuskan untuk upgrade MTBnya. Atau malah jangan-jangan karena urusan melirik sepeda teman sekomunitas yang spek komponen yang tersemat di sepedanya menjadi penyebabnya, gengsi ! Waduh .. Bahaya nih !
bike2graphy

Tapi jangan keburu terus mendeskriditkan sepedanya, semua hobi memang sisi negatifnya seperti itu. Sebelum ke sepeda, Saya "hobi" oprek mobil bekas, Timor. Seakan tidak ada habisnya kalo diikuti maunya si Timor ini biar tampil kinclong dan wah. Kalau sekarang Saya hitung mungkin harga beli itu Timor sama ongkos ndandaninya mahal ongkos dandannya. Tapi memang mengasyikan. Memang itu sebuah fase, sampai menemukan style Kita di dunia sepeda MTB. Menemukan jati diri kita di sepeda akan membuat kita "stop" dan mulai menikmati hobi gowesnya.

STOP

Di Sepeda Gunung ada beberapa genre yang biasanya mewakili karakter atau ketertarikan sekunder seorang rider disamping hobi gowesnya. Kita tak bisa serta merta mendapat jawaban yang logis mengapa si A kok sukanya downhill, si B alirannya turing atau si C yang bike2graphy. Makanya, segeralah temukan genre gowes Anda dan menikmatinya.

Bolehlah sekali-kali lintas genre, untuk memperluas jaringan pertemanan atau agar tidak bosan. Setelah Anda menemukan keasyikan sepeda mulailah berhenti .. STOP upgrade-upgrade sepeda yang kadang sudah tidak ada logika lagi. Kecuali jika memang duit Anda tidak ada serinya.. hehehhe ..! Masuklah ke fase berikutnya bersepeda, Menikmati !

Stop and Enjoy it !

#‎gowes4health‬

0 komentar:

Post a Comment