Gak Sengaja Gowes ke Walahar

Sebenarnya udah bangun jam 5 pagi tapi merem lagi, akhirnya jam 8 baru mulai gowes. Karena udah kesiangan niat awal gowes buat cek jalur kalimalang yang akan dilewati hari minggunya menghadiri acara halal bi halal Goweser Karawang. Target paling sampai Jababeka balik lagi.

Ternyata kok deket banget ya, sampai kali Cibeet di kampung Bobojong baru sekitar jam 10, lanjut ...
Gowespun dilanjutkan terus menyusuri kalimalang. Hanya saja angin yang kencang sanggup menghambat laju sepeda hingga 2 km/jam dan teriknya matahari cepat banget membuat kering tenggorokan. Praktis sepanjang Kalimalang tidak ada pohonan yang meneduhi dari teriknya matahari.
Kalimalang melintas di atas Sungai cibeet
FYI, Kalimalang adalah sungai yang dibuat untuk mengalirkan air dari Jatiluhur ke Jakarta. Sebagai bahan baku air minum orang Jakarta. Jika Kalimalang bertemu dengan sungai lain akan melintas di atas atau di bawah sungai alam. Seperti di Cibeet itu Kalimalang dibuat melintas di atas Sungai Cibeet. Keren ya.. seperti Flyover ...!
Plang B.TB misal yang di foto itu, B.TB-24 itu artinya menandakan patok jarak dari titik nol kalimalang yang di ukur mulai dari Curug/Bendungan Klari.
Cibeet terletak 28 km dari rumah, itu ditunjukan oleh cyclo yang terpasang di sepeda. Perjalanan dilanjutkan, melawan kuatnya angin dan teriknya matahari. Pakai acara nyasar lagi, tujuannya mau ke Bendung Walahar, eh malah sampai ke Bendung Klari, hadeh. gapapa dah, akhirnya balik lagi karena udah kepalang tanggung sedikit lagi sampe di Walahar.
bendung Klari merupakan titik 0 kilometer Kalimalang
Bendung Klari ini adalah hulunya Kalimalang, dari rumah jaraknya sekitar 65 km. Balik lagi ke arah Bendung Walahar mengambil rute B.TB 1 di pertigaan yang disitu ada penjual Keramik belok kiri sekitar 8 km dari pertigaan itu. Akan melewati situ Cipole yang biasa digunakan untuk kejuaraan olahraga dayung untuk PON atau PORDA.

Akhirnya sampai juga di Bendung Walahar, perjalanan dari rumah makan waktu sekitar 4 jam dihitung termasuk muter dulu ke Bendung Klari. Walahar adalah waduk untuk membendung sungai Citarum yang digunakan untuk mengairi persawahan di Karawang. Karena masih musim llibur lebaran masih lumayan ramai oleh turis lokal. Beristirahat sebentar sambil minum es kelapa sebelum persiapan pulang.



Jalur pulang mengambil rute jalan utama Karawang-Bekasi, ternyata lebih dekat. Lumayan selisih sekitar 15 km. Gowes pulang dimulai jam 1 siang menempuh jarak sekitar 50 km sampai di rumah jam 3.20 sore, itu sudah termasuk makan siang di jalan. Ngebut.. mencoba menaikan ritme speed di kisaran 30 km/jam. Sayang sering tertahan macet karena arus balik yang didominasi motor.






0 komentar:

Post a Comment