Curug CIHERANG : Sebuah Cerita Kesasar

Ngebet pengin cari destinasi gowes dengan radius sekitar 30 km, dan waktu itu sudah mempet bulan puasa. Setelah searcing di google dapatlah nama Curug Ciherang, yang kata google ini jaraknya sekitar 27 km dari rumah. Cocok ! Tapi entah firasat atau pengalaman disasarin oleh aplikasi google map, diputuskan survey dulu ke lokasi menggunakan motor.
Hari itu sekitar jam 8 pagi, berangkat dari rumah bersama seorang teman naik motor, boncengan! Berdasarkan survey GPS lokasi di google map malam harinya, diputuskan untuk lewat Cibarusah, disamping lebih dekat juga relatif ga macet dari pada harus lewat Cileungsi.

Di kisah inilah terbuktikan sesatnya google memberi petunjuk arah. Dari survey malam sebelum kami berangkat ke lokasi, harusnya letak curug Ciherang ini hanya beberapa kilometer dari Cibarusah, tapi ..  ketika kami sudah berada di lokasi yang ditunjuk google map sebagai curug Ciherang ternyata meleset jauh. Kami bertanya di penduduk setempat mengenai Curug Ciherang dan jawabannya mengejutkan. Lokasi yang kami cari ternyata masih sekitar 40 km ke arah selatan, arah Jonggol.

Ya sudahlah, sudah kepalang tanggung meskipun sebenarnya belum juga ada setengah perjalanan, diputuskan untuk melanjutkan. Dengan bermodal GPM [Global Position bertanya dengan Mulut] akhirnya kami sampai di Curug Ciherang. Dari perkiraan awal, dari rumah sekitar 1 jam naik motor. Ternyata kami memerlukan waktu 2.5 jam termasuk waktu nanya-nanya. Baru sekitar jam 10.30 kami sampai lokasi.


Lokasi asli Curug Ciherang berada di Desa Sukamakmur Kecamatan Jonggol, sekitar 60 km dari rumah... weleh-weeleh ...Setidaknya bentang alam di perjalanan dan pemandang di sekitar curug Ciherang mampu menebus kekesalan kami. Mulailah jepret sana, jepret sini mencari spot foto yang bagus.




Dan, bonusnya adalah foto di bawah ini yang kami dapatkan saat perjalanan pulang ...



Sebuah truk tua penginggalan zaman kemerdekaan,rupanya truk tua itu dioperasikan untuk mengangkut batu-batu kali dari sungai, [yah.. truk itu masuk ke dasar sungai] inilah keheranan kami juga, dasar sungai itu rata seperti jalan cor. Batu-batu kali itu diangkut oleh truk tua itu ke pangkalan untuk selanjutnya dibawa oleh truk-truk zaman sekarang.

Well, entah kapan berani gowes ke lokasi ini. Kayaknya memerlukan persiapan yang matang. Terutama dengkul... hehehhe...

#gowesforhealth

0 komentar:

Post a Comment