Naikan Kecepatan Gowes

Mari berbicara mengenai seberapa cepat Anda memacu sepeda Anda. Sebelum itu tentu, membutuhkan alat ukur yang valid. Minimal ada 2 macam alat untuk mengukur kecepatan bersepeda. Ada yang berbentuk fisik berupa cyclo computer dan berupa aplikasi untuk smartphone. Cyclo computer atau speedometer itu aksesoris yang di sepeda yang diperuntukan untuk mengukur kecepatan, jarak tempuh, maksimal speed, dan lain-lain sudah dibahas di sini .... http://gowesforhealth.blogspot.com/2015/06/upgrade-sepeda-baru.html. sedangkan untuk yang berupa aplikasi yang bisa dijalankan di smarthphone yang paling banyak dipakai oleh para goweser adalah Endomondo, https://www.endomondo.com/ atau bisa di download di playstore atau di app store.


Atlet sepeda profesional bisa mencapai kecepatan rata-rata 40 km/jam, sedangkan untuk hobi biasanya direntang 15 - 20 km/jam. Tapi okelah, jangan dibuat perbandingan. Banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan bersepeda. Pemilihan jenis sepeda, jenis ban, kondisi medan, teknik bersepeda, atau juga kebugaran goweser, dan juga jarak tempuh. Penting untuk melatih teknik bersepeda untuk menghasilkan performa maksimal, terutama endurance fisik. Minimal ya ngga tercecer jauh saat touring bersama kawan-kawan. Dan hal itu cuma bisa dicapai dengan sering gowes, mulai dari jarak dekat, dan terus menambah jarak tempuh. Membuat tantangan buat diri sendiri untuk memangkas waktu tapi menambah jarak tempuh. Latihan ini ideal dilakukan sendiri dan rutin. Kondisi kebugaran fisik dulu ditingkatkan, minimal bisa 30 km/2jam di medan ringan. Percuma, sepeda bagus kalau kondisi fisik yang gowesnya loyo.



"Kesalahan atau terlambat menurunkan rasio gear bisa membuat ngga kuat nanjak dan ujung-ujungnya TTB [tun tun bike] hehhehe.."

Tip dan Trik

# Pemilihan rasio gear 
  • Di jalanan yang mulus dan datar, gunakan gear depan di posisi 3 [paling besar] dan posisi gear belakang di 6 atau 7 [paling kecil] akan membuat sepeda mampu melaju sekitar 20 km/jam dengan gowesan kaki ringan. 
  • Di jalanan rusak [berbatu, gelombang] atau jalanan mulai naik [misal jembatan] idealnya menggunakan gear depan di posisi 2 [tengah] dan gear belakang tengah.
  • Di trek tanjakan yang naik tinggi gunakan posisi gear depan terkecil [3] dan gear belakang 2 atau 1 [terkecil]. Kesalahan atau terlambat menurunkan rasio gear bisa membuat ngga kuat nanjak dan ujung-ujungnya TTB [tun tun bike] hehhehe..
# Jangan memaksakan
  • Jangan memaksakan kaki menekan pedal kuat-kuat, tandanya adalah jika otot betis, sendi lutut, atau paha sudah mulai kebas, nyeri .. kurangi tenaga tekan ke pedal. Jika dipaksakan bisa menyebabkan kram atau cidera. Ga ada salahnya sesekali menggantungkan kaki untuk melemaskan otot sejenak. Perhitungkan sisa jarak tempuh dan tenaga serta kondisi fisik terutama bagian kaki.
  • Jangan memaksa untuk terus gowes saat tubuh butuh asupan cairan, bahaya. Dehidrasi bisa menyebabkan hilang konsentrasi dan lebih parah pingsan. Jika di tempat aman bisa sambil jalan meneguk air barang 2-3 teguk sambil tetap mengayuh, tapi hati-hati, boleh dilakukan di jalan sepi atau jalan kecil. beresiko jika dilakukan di jalan protokol. Setiap 10 km bisa beristirahat sejenak untuk ambil nafas dan minum.

#gowesforhealth

0 komentar:

Post a Comment