Gobar ke Curug Cigeuntis Karawang



PERJALANAN GOWES BARENG
PACIFIC RIDER BEKASI (PRB) disponsori oleh PACIFIC BIKE Gowes Bareng ke Curug Cigentis Karawang pada hari ahad, 7 Juni 2015.


Ahad pagi tanggal 7 Juni, gowes dimulai dari rumah masing-masing menuju tikum di McD Grand Wisata (Grandwis) Tambun, disana sudah menunggu truk yang akan membawa kami ke lokasi start gowes di Kampung Turis Karawang, sementara itu satu mobil pick up sebagai angkutan sepeda bersama 4 orang goweser PRB berangkat dari dari Jakarta menuju McD Grandwis yaitu ImamSammyPusran, danLoudphiehyde. Rencananya ada 5 orang yang akan ikut gowes dari Jakarta, akan tetapi om Erqy sebelum hari H mengalami kecelakaan ditabrak oleh kendaraan sehingga mengalami luka dan pacificnya rusak, akhirnya batal untuk ikut gobar.

Teman2 dari Cileungsi Om Kavia AnjaniLemend, dan Wewe Tmb memutuskan untuk langsung gowes dari Cileungsi menuju Kampung Turis via Cariu. Dan 2 orang menunggu kami yang dari Bekasi di pintu 10 Jababeka yaitu Om Andri Fauzi danJepi.
Sementara itu yang gowes ke tikum McD Grandwis ada Andri bersama istri, Ridwan,EgiIrvan dengan soulmatenya Imat, OpungBensonBoeyoedWoyObyWahid,SukoIsmailMoksenTianChrist-Uzumaki, dan Dany. 3 orang batal ikut karena ada urusan mendadak dan kondisi badan yang kurang fit yaitu Rio Apriyanto,Bagus, dan Abu Nailan.
Total 26 peserta gobar

Di McD pukul 06.00 truk sudah standby, pada pukul 06.30 rombongan dari Jakarta bersama pick up sampai di McD, lalu dimulai proses loading sementara Imam menitipkan mobilnya di rumah Opung. Pukul 07.15 proses loading selesai dan kemudian dilakukan briefing. Pada pukul 07.30 rombongan berangkat menuju Kampung Turis via Kalimalang, keberangkatan dilepas haru oleh Adeindra Godelyang baru pertama kali kopdar dan tidak bisa ikut ke Cigentis dan Dwi Istiadi yang sedang naik motor berpapasan dengan kami sambil pasang tampang yang termehek-mehek karena gak bisa ikut. Tidak lupa di pintu 10 Jababeka menjemput Om Andri Fauzi dan Jepi.
Perjalanan dengan truk ditempuh kurang lebih selama 2 jam sudah termasuk macet di pasar. Pukul 09.30 sampai di Kampung Turis, disana sudah menunggu 3 goweser dari Cileungsi yang sudah sampai duluan. setelah proses unloading dan briefing maka dimulailah gowes dari Kampung Turis menuju Curug Cigentis. Dari kampung Turis ada papan penunjuk jalan yang menunjukkan kalau jarak ke Curug akan ditempuh sejauh 3 km (kami sedikit lega karena informasi yang diterima sebelumnya jaraknya adalah kurang lebih 5,5 km).

Start gowes langsung berhadapan dengan trek tanjakan, kondisi jalan aspal mulus tidak curam tapi tidak ada turunannya, sehingga dalam beberapa ratus meter kedepan sudah mulai ada goweser yang memutuskan untuk beristirahat sejenak atau tetap lanjut tapi TTB alias Tun Tun Bike. Untuk beberapa ratus meter ke depan tanjakannya sudah mulai ada yang curam. ini membuat goweser semakin banyak yang memutuskan untuk istirahat dan TTB.
Sebelum sampai di Curug Cigentis ternyata ada Curug lainnya yaitu Curug Bandung. Beberapa goweser istirahat di pintu masuk Curug Bandung sambil nambah kalori (baca : makan). Dari Curug Bandung ada papan penunjuk jalan lagi yang memberitahukan kalau Curug Cigentis masih 3 km lagi (dalam hati mengutuk penunjuk jalan di Kampung Turis tadi yang bilang Curug Cigentis cuma 3 km dan ternyata pas sampai di Curug Bandung yang kira2 1,5 - 2 km dari Kampung Turis kita harus mendaki 3 km lagi ke Cigentis).

Tidak jauh dari Curug Bandung jalan mulusnya habis, ganti jalan rusak dan makadam, sedangkan tanjakan semakin berat, ada yang sudut elevasinya sekitar 50 derajat. Peserta sudah terbagi-bagi menjadi kelompok2 kecil, gowes diselingi TTB dan istirahat (atau mungkin lebih tepatnya dibalik -- TTB dan istirahat diselingi gowes hehehe) dilakukan sampai ke gerbang masuk Curug Cigentis. Pukul 12.00 semua sudah berkumpul di gerbang masuk curug.
Setelah ishoma, gowes kembali dilanjutkan menuju Curug... lebih tepatnya sih bukan gowes tapi TTB hehehe karena jalannya berbentuk tangga batu sehingga tidak mungkin untuk digowes, menjelang Curug tangga semakin curam, yang masih kuat memutuskan untuk menggendong pacificnya, yang gak kuat gendong dengan susah payah mendorong pacificnya sambil meniti tangga satu per satu. Yang udah gak kuat dorong dan mengalami kram memutuskan untuk menitipkan sepedanya di warung penjual makanan yang ada disepanjang jalan menuju curug.

Pukul 13.00 akhirnya sampai di Curug Cigentis, dimulailah ritual foto2, selfie, dan mandi2 (kecuali Suko yang ngakunya blasteran kucing dengan bandot sehingga menolak untuk tersentuh air sedikitpun wkwkwkwk).
Pukul 14.30 selesai sudah semua ritual dan dimulailah perjalalanan turun dari Curug Menuju Bekasi. Jalan yang semula tanjakan menjadi turunan. sebagian peserta menyambut gembira, tapi sebagiannya lagi sempat ketar-ketir dengan turunannya yang tajam dengan kontur yang tidak rata berupa makadam dan jalan tanah, ditambah banyak pejalan kaki dan motor yang berseliweran naik turun membuat gowes harus hati2 kalau tidak mau menabrak atau ditabrak. Belum jauh dari curug, Om Kavia mengalami putus rantai, setelah diperbaiki gowes dilanjutkan menuju kampung turis. jalan yang semula rusak kembali mulus sehingga goweser bisa memacu sepedanya dengan speed tinggi dan ditempuh hanya dalam waktu beberapa menit (nanjaknya berjam-jam, turunnya cuma hitungan menit hehehe). Sampai di Kampung Turis kembali dilakukan briefing dan selanjutnya dimulailah perjalanan panjang gowes menuju Bekasi. di tengah jalan om Kavia dan Lemend berpisah jalan menuju Cileungsi via Cariu. tidak lama Emerson Andri mengalami trouble, ternyata pad mendekap erat rotor dan tidak mau dipisahkan hehehe... setelah nyetting rem sebentar perjalanan dilanjutkan. Tidak lama peserta gowes memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu mengingat jauhnya jarak yang akan ditempuh, sekitar kurang lebih 60-70 km.

Masuk waktu mahgrib peserta memutuskan untuk sholat dulu, dan kemudian dimulailah gowes NR (Nite Riding). Perjalanan menuju Bekasi rutenya adalah onroad, konturnya naik turun sampai menjelang kalimalang dan setelah kalimalang relatif datar. kontur yang naik turun menjelang kalimalang membuat beberapa goweser kehabisan tenaga, istirahat dilakukan beberapa kali disepanjang perjalanan dan relatif tidak ada lagi kendala yang berarti kecuali stamina yang semakin habis sehingga beberapa goweser mulai mengalami kram.
Di Pintu 10 Jababeka peserta kembali berkumpul untuk istirahat dan dari sini diputuskan untuk gowes pisah menuju tujuan masing2. Sampai di rumah masing2 bervariasi antara pukul 21.30 sampai pukul 23.30 dan Alhamdulillah semua selamat sampai di rumahnya masing2, ada yang diomelin bokap, diingetin nyokap, dikunciin istri, dan ditangisin anak, plus badan yang pegal2 dan kaki kram. wkwkwkwkwk...

Demikian Laporan Perjalanan Gobar Pacific Rider Bekasi (PRB) ke Curug Cigentis, terima kasih kepada teman2 semua peserta gobar, semoga tidak kapok untuk ikut berpartisipasi pada gobar selanjutnya. Untuk Teman2 PRB yang tidak bisa ikut semoga untuk gobar berikutnya bisa ikut (rugi klo gak ikut... !!). Untuk Om Erqy semoga cepat sembuh dan bisa gowes lagi.

Terima kasih juga kepada PACIFIC BIKE atas bantuan dananya sehingga acara ini berjalan dengan lancar, credit untuk Kang Dede Nurjamil, terima kasih atas bantuan dan mediasinya sehingga PRB bisa mendapatkan sponsor untuk gobar kali ini dari PACIFIC BIKE. Semoga kerjasama ini untuk kedepannya bisa berlanjut dan semakin baik lagi.
Peserta gowes menggunakan sepeda Pacific MTB dengan berbagai macam model, ada yang hardtail dan ada yang full suspensi. Ada yang komponennya sudah full upgrade dan ada yang masih original pabrikan. Panjangnya jarak, beragamnya medan yang ditempuh, dan sedikitnya kendala yang dihadapi dari sepeda telah membuktikan kalau MTB pacific cukup tangguh dengan harga yang lebih murah dibanding brand lain dengan spek yang sama.... jadi jangan pernah ragu untuk gowes dengan PACIFIC BIKE.
Salam Gowes
PACIFIC RIDER BEKASI (PRB)
My Bike My Adventure

0 komentar:

Post a Comment